SYARAT-SYARAT
PENGAJAR YANG SUKSES DALAM PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN
DALAM
KAITANNYA DENGAN 07.01
Bismillahirrahmanirrahiim
Segala puji bagi
Allah. Kita memuji-Nya dan bersyukur kepada-Nya atas segala limpahan rahmat dan
nikmat-Nya kepada kita. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada
nabi kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, juga kepada sahabatnya serta
orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.
SDN Percontohan
PAM merupakan sekolah rujukan, sebagai sekolah piloting PPK, sekolah ramah
anak, piloting sekolah sehat dan sekolah adiwiyata. Berusaha menjadi terdepan. Harapan
lahirnya generasi yang berkarakter melalui contoh teladan dari para pendidik
dan pengajar yang ada.
Sekolah
merupakan satu sistem, secara berkesinambungan setiap tingkatan kelas dari kelas awal (kelas 1-3) sampai kelas
tinggi (kelas 4-5) telah melakukan rapat secara bertahap diantaranya membahas
tata tertib sekolah, yang dihadiri oleh para orang tua siswa/wali siswa dan bapak
kepala sekolah sebagai pembina dan pemimpin yang membantu mengarahkan
terciptanya kondisi sekolah menuju pembiasaan hidup disiplin.
Aturan dan tata
tertib dibuat untuk menjadi pedoman dalam melaksanakan berbagai kegiatan di
sekolah dimulai dari datang sebelum pukul 07.00, aturan berpakaian, dan
berbagai aktivitas lainnya senantiasa dibicarakan bersama dalam rapat dewan
guru yang dipimpin oleh bapak kepala sekolah SDN Percontohan PAM.
Pembiasaan
disiplin adalah bagian yang tidak luput dari perhatian kepala sekolah, beliau
berusaha datang lebih awal sebelum pukul 07.00. pembiasaan datang lebih awal
dan tiba sebelum pukul 07.00 adalah aturan tata tertib yang dibahas secara
musyawarah dari waktu-ke waktu disosialisasikan kepada semua warga sekolah.
Sehingga terbentuklah aturan yang disepakati bersama bahwa yang tiba di atas
pukul 07.00 dianggap terlambat meskipun lewat 1 menit misalnya tiba pukul 07.01
maka hal ini dianggap terlambat.
Sanksi bagi peserta didik yang terlambat adalah:
1. Masuk di kawasan sekolah, mereka diawasi,
diarahkan oleh guru piket untuk
dibina dengan cara mereka membaca buku
yang telah disiapkan.
2. Memungut sampah yang ada di sekitar gedung
sekolah dalam area sekolah
3. Peserta didik tidak mengikuti pelajaran di
jam I, II, dan III. Sebagai sanksi atas keterlambatan mereka.
Sanksi yang ada senantiasa berbentuk hukuman yang
mendidik. Peserta didik mendapatkan sanksi namun mereka tetap mendapatkan
haknya untuk belajar di kelas setelah jam berikutnya sampai pulang pukul 14.00
Program 07.01
merupakan bagian dari upaya kepala sekolah beserta para tenaga pendidik dan
pengajar juga tenaga kependidikan di SDN Percontohan PAM untuk meningkatkan
kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk pembiasaan kepada warga
sekolah khususnya kepada para peserta didik dan tenaga pendidik untuk datang
atau tiba di sekolah lebih awal sebelum lewat pukul 07.00 pagi.
Pembiasaan yang
ingin ditanamkan kepada peserta didik adalah disiplin. Disiplin dalam kehidupan
sehari-hari baik terhadap hubungannya dengan Allah sebagai Rabb satu-satunya
yang berhak diibadahi sebagai seorang muslim maupun kedisiplinan terhadap
berbagai aktivitas keseharian.
Untuk membiaskan
semua warga sekolah bisa tiba di sekolah lebih awal, maka kepala sekolah serta
beberapa guru telah terlebih dahulu memberikan contoh datang sebelum 07.01.
Memperlihatkan satu contoh jauh lebih baik daripada seribu bahasa.
Mengapa SDN
Percontohan PAM memakai 07.01 sebagai pengingat bagi para pendidik, tenaga kependidikan,
pengantar dan penjemput siswa?
Dalam rangka meningkatkan kinerja para pendidik dan
tenaga kependidikan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai
seorang hamba Allah di muka bumi ini juga diharapkan menjadi pembiasaan
terhadap dirinya, keluarganya, dan para peserta didik yang menjadi contoh sebagai
pembiasaan dalam mengembang tanggung jawabnya agar dapat tiba di sekolah
sebelum pukul 07.01.
Melihat kondisi warga sekolah, pada umumnya mayoritas
peserta didik di SDN Percontohan PAM adalah beragama islam, sekolah ingin ikut
andil mengajak serta mengingatkan para orang tua membangunkan anaknya shalat
subuh sebagai bentuk pembiasaan anak taat mendirikan shalat tepat pada
waktunya. Hal ini ada kaitannya dengan pembiaasaan anak bangun lebih awal
sehingga dapat mengatur waktunya di rumah untuk mempersiapkan segala sesuatunya
sebelum berangkat ke sekolah. Bangun shalat subuh dibiasakan sejak dini yakni
umur 7 tahun, sehingga kelak menjadi pembiaasaan bagi anak untuk shalat tepat
waktu. Mengingat waktu shalat subuh berat bagi anak pada awal mulanya dan
apabila hal ini dibiarkan sampai anak berumur 10 tahun maka dikhawatirkan
pembiasaan hidup disiplin lebih sulit. Mari para orangtua untuk mengawal dan
memperhatikan ini agar kelak anak menjadi generasi penerus yang bertakwa kepada
Allah dan menjadi pribadi yang mampu hidup lebih teratur dan disiplin dalam
pola kehidupannya di masa yang akan datang.
Ingin mengajak dan mengingatkan para orang tua
terkhusus kepada diri sendiri, kepada bapak dan ibu guru datang lebih awal dan
tiba di sekolah yakni sebelum pukul 07.01. Pada Pukul 07.00 pintu gerbang
sekolah ditutup ini sesuai keputusan hasil rapat kepala sekolah bersama dewan
guru dan tenaga kependidikan di sekolah. Datang dan tiba di sekolah lebih awal
merupakan komitmen bersama warga sekolah yang sebelumnya telah disosialisasikan
kepada para orangtua siswa/wali siswa beberapa waktu sebelum menerapkan jadwal
tersebut.
Sosialisasi yang dilakukan melalui rapat dengan para
orang tua siswa, komite sekolah, stakeholder jauh hari sebelum penerapan 07.01,
telah sampai informasi kepada mereka akan maksud dan tujuan adanya ajakan untuk
membiasakan peserta didik untuk disiplin, yakni para orang tua dan wali siswa
mengantar anaknya ke sekolah, mereka diharapkan berangkat ke sekolah lebih awal
sehingga dapat tiba sebelum pukul 07.01.
Disampaikan bahwa pada pukul 07.00 pintu gerbang
sekolah ditutup dan peserta didik yang tiba di atas pukul 07.00 dinyatakan
terlambat sehingga lahirlah istilah pukul 07.01 artinya yang tiba di pintu
gerbang sekolah pada pukul 07.01 dinyatakan terlambat. Keputusan ini berlangsung secara bertahap dimulai
dari mengajak para guru, para orang tua dan warga sekolah lainnya untuk
mengkondisikan jamnya masing-masing agar sama dengan jam dinding yang ada di
pos stapam sekolah. Hal ini untuk menghindari perbedaan jam yang ada mislnya
jam diinding di pos satpam menunjukkan pukul 07.01, semestara jam yang ada di
HP, jam tangan menunjukkan pukul 06.59 maka hal ini bisa menjadi sebab
terjadinya selisih paham. Mengkondisikan jam yang sama adalah awal dari usaha
dan niat baik untuk merespon hasil keputusan musyawarah bersama antara kepala
sekolah, para pendidik & tenaga kependidikan dan para orang tua siswa
(ortusis)
Apa pesan
daripada 07.01?
Agar semua warga sekolah mendukung dan berkomitmen
terus menerus menerapkan pembiaasaan program 07.01.
Apa manfaat
program 07.01?
Program 07.01
diharapkan siswa dapat:
1. Bertakwa kepada Allah sebagai Rabb satunya-satunya
yang berhak diibadahi dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Misalnya membiasakan
peserta didik mendirikan shalat subuh pada waktunya, dan shalat wajib lainnya.
Allah
berfirman: “Sesungguhnya shalat itu merupakan kewajiban yang ditetapkan
waktunya bagi kaum mukminin.” (QS. An-Nisa’: 103)
“Dirikanlah
shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan dirikan pula
shalat subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu dosaksikan oleh malaikat.” (QS.
Al-Isra : 78)
Shalat
dianggap sah dikerjakan apabila telah masuk waktunya, dan shalat yang
dikerjakan pada waktunya ini memiliki keutamaan sebagaimana ditunjukkan dalam
Hadits Abdullah bin Mas’ud: “Aku pernah bertanya kepada Nabi. “Amal apakah yang
paling dicintai oleh Allah?” Beliau menjawab,” Shalat pada waktunya.” Kemudian
amalan apa? Tanya Ibnu Mas’ud. “ Berbuat baik kepada kedua orang tuanya,” jawab
beliau. Kemudian amal apa? Tanya Ibnu Mas’ud lagi. “Jihad fi sabilillah,’’
jawab beliau. (HR. Al-Bukhari no. 527 dan Muslim no. 248)
Sebaliknya
bila shalat telah disia-siakan untuk dikerjakan pada waktunya maka merupakan
musibah karena menyelisihi petunjuk nabi. Anas bin Malik, seperti yang
dikisahkan Az-Zuhri, ia berkata,”Aku masuk menemui Anas bin Malik di Damaskus,
saat itu ia sedang menangis. Aku pun bertanya, ‘Apa gerangan yang membuat anda
menangis?’ Ia menjawab aku tidak mengetahui ada satu amalan yang pernah aku
dapatkan di masa Nabi kecuali hanya shalay ini saja. Itupun shalat telah
disia-siakan untuk ditunaikan pada waktunya.” (HR. Al-Bukhari no. 530)
2. Menanamkan kedisiplinan pada diri anak. Kapan dan
dimanapun mererka berada senantiasa merasa bahwa Allah melihatnya. Karena
sesungguhnya Allah Mahamelihat perbuatan setiap hamba.
3. Berangkat ke sekolah di awal di pagi hari dapat
menghirup udara segar (O2) lebih banyak yang membuat tubuh lebih fresh dan
sehat dibangdingkan dengan suasana setelah 07.01 di perjalanan.
4. Menghindari macet dan
polusi udara di perjalanan
5. Merasa tenang selama di perjananan karena tidak terburu-buru yang
dapat berakibat terganggunya pikiran terkhusus kepada yang membawa kendaraan.
Berkata Ibnu
Utsaimin rahimahullah: “ Bahkan seorang pegawai jika ia menginginkan gajinya
dibayarkan dengan penuh. Namun dia terlambat datang ke tempat kerja atau
(pulang lebih awal dari tempat kerjanya). Maka ia termasuk pelaku kecurangan
yang telah Allah ancam dengan kecelakaan.
Sumber [Syarh Riyadhus Shalihin 5/403]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar