PROGRAM SEKOLAH RAMAH ANAK
DI SDN PERCONTOHAN PAM
Dalam rangka menciptakan suasana bersih, sehat, aman, dan nyaman bagi
semua warga sekolah maka tim sekolah ramah anak memandang perlu segera
melakukan berbagai bentuk kegiatan dengan menyiapkan sarana yang dapat
menunjang sekolah yang ramah anak, berikut yang dianggap perlu untuk segera
diwujudkan adalah:
A. Anak Dibekali
Ilmu
Untuk sampai kepada tujuan yang diharapkan
terhadap suatu komunitas atau seseorang maka ilmu adalah jalannya, sebab
bagaimana mungkin melakukan beberapa hal tanpa didasari ilmu. Maka ilmu wajib
disampaikan agar paham, mengerti, dan tahu hal-hal yang baik dan buruk, baik
terhadap dirinya, orang lain, maupun terhadap lingkungan sekitarnya. Tersampaikannya ilmu merupakan salah satu
jalan terjadinya perubahan pola pikir dan sikap terhadap diri seseorang kearah
yang baik.
Ilmu
yang dimaksudkan di atas berupa pengetahuan tentang sekolah ramah anak, sebagai
dasar untuk menciptakan kondisi yang bersih, sehat, aman dan nyaman bagi semua
warga sekolah. Siswa dan warga sekolah lainnya penting untuk tahu hak-hak anak,
perlakuan apa saja yang dapat dikategorikan melanggar hak-hak anak, siswa
dibiasakan menjaga kebersihan hati, diri, dan lingkungan sekitarnya. Siswa
dibiasakan merasa diawasi oleh Allah subhanahu Wa Ta’ala, bertanggung jawab,
disipilin terhadap diri dan lingkungannnya, hidup rukun dengan temannya,
menjaga fasilitas umum milik sekolah tanpa harus diawasi dan senantiasa diingatkan,
setiap siswa dibantu dan diarahkan mematuhi tata tertib sekolah dengan
poster-poster ajakan mematuhi tata tertib dan adab-ada selama berada di
lingkungan sekolah diantaranya adab seorang penuntut ilmu, adab masuk/keluar WC,
panduan dalam menjaga kebersihan WC umum, siswa mengetahui adab-adab masuk dan
keluar musholla, adab-adab ketika makan/minum, adab-adab saat di jalan raya,
menumbuhkan pada diri siswa sifat jujur, amanah, cinta hidup bersih dan sehat,
mandiri dan turut serta menjaga bumi ini sebagai bentuk ketaatan seorang hamba kepada
Rabb-Nya, pemerintahnya sebagai warga masyarakat, bangsa dan Negara. Siswa
penting memahami akan wajibnya taat kepada pemerintah (waliyul Amr) juga
mendoakan pemerintah sebagai wujud syukur dan terima kasih atas segala
karuania Allah.
Dalam usaha memenuhi
hak-hak anak, dipandang perlu menyiapakan berbagai macam alat yang mendukung iklim sekolah yang bersih, sehat,
aman, dan nyaman, sarana yang dimaksud selain yang sudah disebutkan di atas
disiapkan adalah:
1. Kotak Barang (barang
tak bertuan)
Mengambil pelajaran dari pengalamanku di rumah dan kelas yang dihadapi
ingin menata dan merapikan barang yang ukurannya kecil dan penting maka
solusinya adalah menyediakan sebuah tempat berupa wadah yang murah dan mudah
didapatkan, dapat dibuat sendiri yakni barang daur ulang berupa kardus yang
dibungkus bagian luarnya kertas yang bersih dan menarik dan setiap kotak diberi
nama sesuai fungsi dan tujuannya.
Fungsinya:
a.
Menyimpan benda-benda atau barang:
1. di rumah seperti kaus kaki, dan pakain lainnya
agar mudah mengambilnya saat dibutuhkan
2. di sekolah dapat menyimpan benda milik siswa yang
jatuh atau tercecer seperti kaus kaki, rautan pensil, pensil, dasi, wadah air
minum dan makanan.
b. Menyediakan wadah khusus sehingga setiap siswa
yang menemukan barang milik orang lain dapat memasukkannya dalam kotak tersebut
Tujuannya:
§ Mudah mencarinya, memudahkan mengambilnya
§ Ruangan sempit terlihat lebih rapi dan bersih
§ Hidup nyaman jadi teratur dalam berbagai hal
§ Merapikan benda-benda yang ukurannya cocok untuk
masuk dalam kotak tersebut
§ Mengelompokkan jenis bendanya sehingga lebih
praktis
§ Dapat melatih diri dalam mengatur waktu secara
efisien terutama saat sibuk
2. Kotak pengaduan
Sekolah Ramah Anak
adalah sekolah yang secara sadar berupaya menjamin dan memenuhi hak-hak anak
dalam setiap aspek kehidupan sec=-0eara terencana dan bertanggung jawab.
Prinsip utama adalah non diskriminasi kepentingan, hak hidup serta penghargaan
terhadap anak. Sebagaimana dalam bunyi pasal 4 UU No.23 Tahun 2002 tentang
perlindungan anak, menyebutkan bahwa anak mempunyai hak untuk dapat hidup
tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai harkat dan martabat
kemanusiaan, serta mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Disebutkan
di atas salah satunya adalah berpartisipasi yang dijabarkan sebagai hak untuk
berpendapat dan didengarkan suaranya.

Sekolah Ramah Anak
adalah sekolah yang terbuka melibatkan anak untuk berpartisipasi dalam segala
kegiatan, kehidupan sosial,serta mendorong tumbuh kembang dan kesejahteraan
anak.
Pengertian Sekolah
Ramah Anak adalah Satuan pendidikan
formal, nonformal, dan informal yang:
· Aman;
· Bersih dan Sehat;
· Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup;
· Menjamin, Memenuhi, Menghargai Hak-Hak anak;
· Melindungi Anak dari Kekerasan, Diskriminasi, dan Perlakuan Salah lainnya;
· Mendukung Partisipasi Anak dalam Perencanaan, Kebijakan, Pembelajaran, dan Pengawasan;
· Memiliki Mekanisme Pengaduan Terkait Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak di sekolah.
Maksud dan tujuan:
1. Maksud :
menjadi acuan bagi
pemangku kepentingan, termasuk anak, dalam mengembangkan sekolah ramah anak
sebagai upaya untuk mewujudkan salah satu indikator Kabupaten/Kota layakAnak.
2. Tujuan
a. Memenuhi,
menjamin dan melindungi hak anak melalui Sekolah Ramah Anak
b. Memastikan bahwa
satuan pendidikan mengembangkan minat, bakat dan kemampuan anak serta mempersiapkan anak untuk bertanggung
jawab pada kehidupan yang toleran, saling menghormati dan bekerja sama untuk
kemajuan dan semangat perdamaian .
Mekanisme Penanganan Persmasalahan di Sekolah
Sekolah Memiliki Mekanisme Pengaduan Terkait Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak di sekolah.
Sekolah ramah anak
menyediakan kotak pengaduan sebagai tempat bagi setiap
anak yang mengalami tindak kekerasan, dapat pula langsung melaporkannya ke guru
kelas masing-masing. Setiap anak di kelas mendapatkan hak yang sama untuk
dilindungi hak-haknya, tumbuh kembang dan kesejahteraan anak. Kotak pengaduan
diharapkan dapat membantu korban/pelaku segera dibantu
keluar dari masalahnya. Kotak pengaduan tersebut menyertakan tata tertib.
Berikut tata tertib seperti berikut:
CARA
MENULIS PENGADUAN
Adab dan aturan menulis surat pengaduan diantaranya:
1.
Mulailah dengan membaca “ basmalah.” Bagi
yang muslim.
2.
Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan
benar, singkat, padat, dan jelas.
3.
Tulisan rapi dan bersih, setiap anak
memiliki hak yang sama untuk menyampaikan pengaduan berupa tindak kekerasan yang
dialami baik fisik maupun psikis.
4.
Disarankan setiap pengaduan yang masuk kotak
ini penulis cantumkan nama dan pelakunya, hari, tanggal, lokasi, ada saksi atau
sarana lainnya yang dapat dijadikan bukti untuk menghindari terjadinya fitnah
dan Ghibah yang menjerumuskan pelakunya dalam dosa.
PRINSIP “ KEPENTINGAN YANG TERBAIK BAGI
ANAK‘’
DAN ‘’HAK UNTUK TUMBUH DAN BERKEMBANG.’’
Latar Belakang
Terkadang siswa menyampaikan masalah yang
dihadapi kepada orang tuanya di rumah, tidak semua anak berani mengadukan
tindak kekerasan atau perlakuan tidak menyenangkan yang dialami di sekolah
kepada wali kelasnya, sehingga guru memandang perlu menyiapakan wadah berupa
“kotak pengaduan” untuk anak melaporkan secara tertulis.
Fungsinya:
1. Guru di sekolah mendapatkan informasi tindak kekerasan
yang dialami siswa
2. Tempat siswa mengadukan masalahnya
3. Sebagai umpan balik pelayanan sekolah yang ramah
kepada semua warga sekolah terutama dalam rangka memenuhi hak-hak anak tumbuh
kembang di lingkungan sekolah.
Tujuannya:
1. Membantu siswa mendapatkan hak-haknya
2. Melindungi siswa dari bullying
3. Menjaga siswa dari berbagai bentuk diskriminasi dan
tindak kekerasan lainnya yang dapat melukai baik fisik maupun perasaan siswa
yang dilakukan oleh siswa kepada siswa, guru kepada siswa, penjaga sekolah
kepada siswa dll.
4. Segera mengambil tindakan sehingga siswa yang
tertindas segera mendapatkan hak-haknya dan siswa yang melakukan tindak
kekerasan segera dibantu keluar dari perlakuan yang tidak menyenagkan terhadap
siswa lainnya
5. Menciptakan kelas yang bersih, sehat, aman, dan nyaman
Catatan penting
Faedah yang
didapatkan dari wadah barang tak bertuang setelah 2 tahun berjalan adalah:
barang yang jatuh atau kelupaan di suatu tempat dapat mencarinya dan
menemukannya kembali. Senang dan bahagia rasanya.
3. Kotak Penitipan Barang
Barang
berharga milik siswa saat jam istirahat, olahraga di lapangan sekolah atau
melakukan berbagai kegiatan di luar kelas, dapat dititipkan kepada guru wali
kelas. Kotak tempat menyimpan barang-barang milik siswa akan diamankan saat
siswa beraktifitas di luar kelas sehingga tetap aman dan tidak lagi khawatir
barang berharga miliknya terjatuh atau hilang. Barang berharga seperti HP, Note
book, jam tangan, dompet, uang dan kupon belanja dapat dititipkan dan guru
menyimpannya dalam wadah yang diberi nama “ kotak penitipan barang.”
Menghadirkan rasa aman, nyaman kedalam
kalbu-kalbu seseorang adalah ibadah.
4. Sedekah Botol
Mengajak dan membiasakan siswa tertib dalam pengolahan
sampah yakni mereka disediakan tempat sampah setiap tempat memiliki fungsi
berbeda seperti sampah botol, sampah sedotan, dan sampah gelas plastik. Setiap
anak dibimbing untuk membiasakan diri bertanggung jawab secara sadar dan
mandiri buang sampah pada tempat yang disiapkan dan dipilah sesuai bendanya.
Tujuan Jangka
pendek memperkenalkan kepada siswa bahwa menjaga kebersihan sambil sedekah.
Membiasakan siswa menjadi hamba Allah yang gemar bersedekah, menjadi pribadi
yang senang hidup bersih. Bersih bagian dari iman.
Tujuan Jangka
panjang menjadi warga masyarakat yang peduli, bersih diri, dan lingkungan
sekitar. Saat berbelanja anak sudah punya pilihan bahwa membeli makanan,
minuman, dan barang kebutuhan lainnya dapat diusahakan untuk sebisa mungkin
tidak banyak sampah yang dihasilkannya. Memiliki kepedulian terhadap lingkungan
hidup dengan cara turut serta menjadi warga masyarakat yang menjaga bumi ini.

5. Aku dan
Gelasku
Latar belakang
Di kelas IIB tidak memiliki cleaning service sehingga
wali kelas membauat jadwal piket untuk siswa. Setiap anak memiliki jadwal
masing-masing. Siswa bertugas membersihkan dan menyapu kelas, pada umumnya
siswa belum terbiasa menyapu, kondisi ini berlangsung sampai sekarang di mana
siswa pada awalnaya tidak dapat menyapu dengan bersih. Sebatas memindahkan
sampah dari satu sisi ruangan ke tempat lainnya bahkan memegang sapu belum
terbiasa karena mereka masih kecil.
Kelas setiap hari dibersihkan oleh petugas piket,
sambil melatih siswa melaksanakan tanggung jawabnya juga membiasakan mereka
secara mandiri hidup bersih dan bekerja sama dalam kelompoknya. Namun terkadang
terjadi siswa tidak melaksanakan tugasnya karena sakit, izin, tidak hadir tanpa
keterangan, dan ada juga penjemputnya lebih awal datang, sehingga mereka pada
hari itu tidak menyapu kelas.
Terlihat ada sampah gelas plastik setiap hari dalam
kelas, sampahnya di atas meja, di lantai dan sekitar meja siswa, biasanya siswa
yang menyapu diminta oleh guru terlebih dahulu membuang sampah tersebut setelah
dipilah kemudian di simpan di tempat khusus sampah gelas plastik. Ini
berlangsung tiap hari dan menjadi pemandangan yang tidak sedap.
Situasi seperti tersebut di atas, menjadi bahan
pertimbangan untuk meminta kesediaan para siswa, dan mengajak mereka berdiskusi
akan rencana ibu guru wali kelas, meminta setiap siswa membawa gelas dari
rumahnya dan dilengkapi dengan tutup gelas untuk menjaga debu masuk gelas,
beberapa hari setelah penerapan aturan menggunakan gelas pribadi. Petugas piket
dan wali kelas menjadi senang sebab sampah gelas plastik sangat berkurang
bahkan tidak lagi terlihat saat awal jam istirahat kecuali jam pulang sekolah
terkadang ada siswa masih gunakan gelas plastik dari kantin sekolah untuk siswa
minum di atas mobil saat jam pulang sekolah.
Siswa dibiasakan membawa gelasnya masing-masing saat
belanja sekolah saat minuman di kantin, ini adalah bagian dari upaya mengurangi
sampah di lingkungan sekolah. Setiap siswa dibiasakan hidup teratur, mandiri
merawat, mencuci, dan menyimpan gelasnya masing-masing.
Kondisi demikian akan lahir sebuah pemikiran bahwa “Kini
kelasku bersih, sehat, aman dan nyaman.” Sampah gelas plastik berkurang dan
pekerjaan mengurus sampah yang memakan waktu tidak sedikit tidak lagi menjadi
beban sehingga waktu luang yang ada dapat diperuntukkan bagi pekerjaan lainnya.
Video Kotak Barang Temuan dalam Kelas


